BARRU - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barru, Andi Adnan Azis. S. STP. M. Si, menekankan, perlunya sinergitas semua stakeholder termasuk IGTKI-PGRI untuk maju bersama mengawal program pembangunan sesuai visi misi Kabupaten Barru.
Kadis Pendidikan menegaskan hal itu saat memberi sambutan pada pembukaan Konferensi Daerah (Konferda) Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Barru, di aula Kantor Diknas Barru, Sabtu (13/11/2021).
"IGTKI-PGRI dan semua mitra kerjanya harus membangun sinergitas sebagai garda terdepan dalam memajukan pendidikan anak usia dini sebagai cikal bakal pembentukan generasi yang mempunyai sumber daya yang mumpuni", tandas Adnan Azis.
Lebih jauh Andi Adnan mengatakan bahwa, perbedaan pendapat dalam konferensi merupakan hal yang wajar bahkan merupakan sesuatu yang lumrah. Pemerintah Daerah sangat mengapresiasi diadakannya konferensi IGTKI untuk kemajuan serta kesejahteraan guru-guru TK/PAUD di Kabupaten Barru.
Dirinya berharap agar dalam memilih Ketua hendaknya memperhatikan calon yang punya kompetensi, bertanggung jawab, punya dedikasi yang diharapkan bisa membawa Organisasi berkontribusi terhadap akselesari pembangunan, khususnya di Kabupaten Barru.
Terkait dengan harapan IGTKI terhadap pengangkatan guru honor menjadi ASN atau paling tidak P3K. Kadis mengatakan hal itu ada mekanismenya dan menjadi kewenangan Pemerintah Pusat. Namun dirinya berjanji harapan itu akan disampaikan ke pemerintah dalam hal ini Bupati Barru.
"Saya yakin Pemerintah Daerah akan terus membantu apa yang bisa kita bantu. Kita juga sudah merealisasikan adanya pemberian tunjangan penghasilan tambahan bagi guru-guru honor.
Namun lanjut dia, pemberian tunjangan tersebut ada standardisasinya, antara lain dari sisi kelembagaan, status guru, maupun proses belajar mengajar.
"Sehingga, kalau ada guru TK yang mengeluh belum mendapat bantuan, mungkin akan menjadi pekerjaan rumah pengurus IGTKI-PGRI membantu mengurus masalah tersebut”, urai Adnan.
Ketua IGTKI PGRI Provinsi Sulawesi Selatan, Dra. Hj. Tamsil. M. Si mengatakan bahwa IGTKI - PGRI merupakan organisasi yang fungsinya adalah untuk membantu pemerintah meningkatkan mutu pendidikan anak-anak usia dini untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
Dijelaskan sebagai organisasi, untuk tetap eksis, IGTKI harus tetap menjalin kerjasama dengan Bupati, Wakil Bupati, Kepala Dinas Pendidikan, Bunda PAUD maupun instansi-instansi terkait.
"Guru TK/PAUD manunggal dengan PGRI dan Mandiri dengan IGTKI sehingga harus terus bersinergi", terangnya.
Sementara, Ketua PGRI Kab. Barru H. Abdullah Tintjo, S. Pd. M. Pd berharap agar IGTKI-PGRI hendaknya selalu berkolaborasi dengan stakeholder pendidikan dan menjadikan Ikrar Guru Indonesia sebagai pijakan dalam menata pendidikan.
(Red/Sam)